Oleh: hnindito | Januari 9, 2010

KMS Berbasis System Enterprise

Pada umumnya perusahaan menerapkan system enterprise sebagai suatu cara untuk meningkatkan keuntungan yang kompetitif. Sistem ini mengintegrasikan data / informasi / pengetahuan diperusahaan, dalam hal lain data yang biasa di integrasikan adalah data mengenai pemasok dan pelanggan. Sistem yang umum diterapkan adalah Enterprise Resource Planning (ERP), Customer Relation Management (CRM), Supply Chain Management (SCM) dan implementasi Datawarehouse. Sayangnya ada beberapa isu dalam penggunaan system enterprise pada penerapan KM, dimana masalah terbesar adalah budaya perusahaan. Agar penerapan system dapat berhasil, perusahaan harus mengatasi isu-isu kepemilikan dan keengganan untuk berbagi data, informasi ataupun pengetahuan.
Berikut ini diuraikan bagaimana system enterprise dan KM dapat saling melebur:
ERP dan KMS
Li dkk (2005) mendeskripsikan implementasi ERP pada pabrik pembuat kertas di Cina. ERP ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam merespon perubahan pasar dan pelanggan dengan cara meningtegrasikan informasi dan pengetahuan serta pengendalian proses yang terpusat. Kendala yang terjadi adalah Cina kurang berpengalaman dalam mengimplementasi ERP dan kurang akrab dengan konsep-konsep barat seperti pengelolaan data terpusat serta manajemen pengetahuan.

White dan Croasdell (2005) mendeskripsikan implementasi ERP di Nestle, Colgate -Palmolive dan Chevron-Texaco. Dimana masing-masing perusahaan mengimplementasikan ERP untuk memperbaiki data, informasi dan integrasi pengetahuan dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan melakukan transfer pengetahuan.

Ketiga implementasi akhirnya berhasil setelah melewati kesulitan diawal termasuk biaya proyek yang diluar dugaan karena perkiraan jadwal yang tidak tepat dan mengatasi resitensi karyawan dalam penerapan proses-proses baru serta penggabungan informasi dan pengetahuan.

CRM dan KMS
Al-Shammari (2005) mendeskripsikan Knowledge-enableCustomer Relationship Management (KCRM) suatu system pada perusahaan telekomunikasi di timur tengah. KCRM terdiri dari tiga bagian besar yaitu enterprise data warehouse (EDW), operational CRM dan analytical CRM. KCRM ini ditujukan untuk mengintegrasikan pandangan customer, pemeliharaan hubungan jangka panjang customer, dan memungkinkan customer – sentries masuk kedalam strategi pasar. Perusahaan memprakarsai KM berbasis customer – sentries dan mencoba lebih memahami kebutuhan pelanggan serta membentuk hubungan yang tidak hanya sekedar menawarkan produk atau jasa.
Sayangnya program KCRM berakhir sebagai proyek IT, perusahaan tidak berhasil dala melaksanakan KCRN sebagai strategi bisnis namun sebagai proses system transaksional.

Datawarehouse, Enterprise Database dan KMS

White dan Croasdell (2005) mendeskripsikan Xerox menggunakan system enterprise database untuk memfasilitasi sharing pengetahuan antar perusahaan. Xerox mengalami kesulitan untuk mengembangkan best practice pemeliharaan printer bagi karyawannya. Masalahnya berpusat pada karyawan yang memiliki keahlian tidak dapat berpindah atau untuk men sharing pengetahuan mereka. Untuk membantu para teknisi yang lain, Xerox membangun suatu database yang merangkum pengetahuan dan cara memelihara mesin tersebut. Sehingga teknisi yang lain dapat bekerja tanpa harus menunggu karyawan ahli untuk melakukan pemeliharaan. Sistem database kemudian deiperluas untuk mengumpulkan informasi, kumpulan solusi dari permasalah prengkat lunak dan perangkat keras.


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.