Oleh: hnindito | Desember 28, 2009

PENERAPAN KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM

Menurut Hansen et all (1999) dan Stenmark (200) terdapat dua pendekatan dalam membangun KM yaitu pendekatan berdasarkan proyek dan pendekatan berdasarkan infrastruktur. Pada pendekatan proyek, KM focus pada penggunaan memori organisasi oleh peserta proyek untuk meningkatkan efektivitas proses dalam proyek. Pendekatan ini mengidentifikasi kebutuhan informasi dan pengetahuan, dimana kebutuhan itu dialokasikan dan siapa saja yang membutuhkannya. Banyak proyek KM yang dilakukan di era tahun 2000 menggunakan pendekatan ini.

Pendekatan berbasis infrastruktur lebih difokuskan pembangunan system dasar, untuk menggambarkan memori organisasi dan disitribusikan ke seluruh organisasi.Pendekatan ini menekankan penggunaan kapasitas jaringan, struktur database dan organisasi, klasifikasi informasi dan pengetahuan.

Perbedaan utama dari kedua pendekatan ini adalah pengguna sudah memahami konteks penggunaan KM pada pendekatan berbasis proyek, sedangkan pada pendekatan berbasis infrastruktur sebaliknya.

Meskipun penggunaan internet untuk penerapan KM cukup banyak mendapat dukungan, namun ada hal-hal khusus yang menjadi perhatian yaitu adanya kesulitan dalam mengorganisir, mencari dan pemanggilan dokumen pengetahuan yang tidak terstruktur.

Para ahli KM memberikan masukan untuk tools dan perbaikan penerapannya diantaranya :

  • Newman dan Conrad (2000), mengajukan suatu framework untuk mencirikan metodologi KM, teknologi dan penerapannya. Framework ini dapat digunakan untuk melihat efektivitas penggunaan web browser dalam KMS
  • Gandon dkk (200), mengajukan penggunaan XML untuk menyandikan memori dan pengetahuan serta menyarankan penggunaan system multi agen yang dapat memanfaatkan teknologi ini.
  • Dunlop (2000), mengusulkan penggunaan teknologi clustering untuk mengelompokkan pengguna berdasarkan pengetahuan dengan menggunakan link. Dimana link tersebut akan menghubungkan antara pengetahuan dan para ahli yang saling terkait.
  • Te’eni dan Fieldman (2001), mengusulkan penggunaan task adaptive website untuk fasilitas pencarian. Pendekatan ini memelukan situs yang digunakan secara khusus untuk KMS.
  • Abramowicz dkk (2002), mengajukan penggunaan knowledge map untuk menggambarkan secara grafis arsitektur pengetahuan.
  • Zhou dkk (2002), mengajukan penggunaan ontology dan taxonomy untuk mengklasifikasi dan mengelompokkan domain pengetahuan.
  • Zhaima dan kashner (2003), mengajukan penggunaan data mining untuk menemukan pola-pola pengambilan dokumen terstruktur ssecara terstruktur.
  • Few (2005), menggunakan dashboard untuk menyediakan informasi pengetahuan dalam satu layar.

Tanggapan

  1. coba ada referensinya pa pasti lebih mantaps nih artikel jadi bisa digunakan untuk referensi orang-orang tq


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.